Adanya Zat terlarut dapat mengakibatkan apa saja ?
Kimia
egansyahegan
Pertanyaan
Adanya Zat terlarut dapat mengakibatkan apa saja ?
1 Jawaban
-
1. Jawaban claramatika
Mata pelajaran : Kimia
Kelas : XII SMA
Kategori : Sifat koligatif larutan
Kode kategori berdasarkan kurikulum KTSP : 12.7.1
Kata kunci : pengertian sifat koligatif
Jawaban :
Penambahan zat terlarut yang dimasukkan ke dalam pelarut akan menyebabkan beberapa perubahan seperti penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis.
Pembahasan :
Sifat koligatif larutan adalah sifat yang dipengaruhi oleh jumlah mol zat terlarut dan tidak dipengaruhi oleh jenis zat terlarut. Banyak sedikitnya zat terlarut yang dilarutkan ke dalam suatu pelarut (air murni) akan menyebabkan beberapa perubahan diantaranya :
1. Penurunan tekanan uap (∆P)
Penambahan zat terlarut yang sukar menguap (non volatil) ke dalam suatu pelarut murni menyebabkan tekanan uap pelarutnya menjadi turun. Hal ini terjadi karena molekul-molekul zat terlarut menutupi partikel pelarutnya sehingga sulit menguap. Akibatnya tekanan uap larutan yang dihasilkan dari campuran kedua zat tersebut lebih kecil dibandingkan tekanan uap pelarut murninya. Besarnya penurunan tekanan yang dihasilkan dari penambahan zat terlarut disebut penurunan tekanan uap. Penurunan tekanan uap (∆P) bergantung pada fraksi mol terlarutnya. Persamaan penurunan tekanan uap dapat ditentukan dari selisih tekanan uap pelarut dengan tekanan uap larutan, persamaannya :
∆P = P° - P atau ∆P = Xt . P°
2. Kenaikan titik didih (∆Tb)
Pada tekanan 1 atm atau 76 cmHg, air murni akan mendidih pada suhu 100 °C. Apabila ke dalam air dimasukkan suatu zat yang sukar menguap maka pada saat suhunya 100 °C, air belum mendidih karena tekanannya belum mencapai 1 atm. Untuk mendidihkan larutan tersebut, suhu harus dinaikkan. Selisih suhu antara titik didih larutan dengan titik didih air disebut kenaikan titik didih larutan. Kenaikan titik didih larutan bergantung pada molalitas, persamaannya :
∆Tb = Tb larutan - Tb pelarut = m Kb i
Kb adalah tetapan kesetimbangan titih didih molal
3. Penurunan titik beku (∆Tf)
Titik beku pelarut murni adalah kondisi dimana partikel-partikel air mulai merapat dan interaksi antar partilnya semakin kuat sehingga memadat. Penambahan zat terlarut ke dalam suatu pelarut akan menghalangi interaksi antar partikel-partikel pelarut sehingga proses pembelian akan lebih lama. Apabila proses pembekuan berlangsung lebih lama maka suhu larutan lebih kecil dibandingkan suhu pelarutnya. Penurunan titik beku larutan bergantung pada molalitas, persamaannya :
∆Tf = Tf pelarut - Tf larutan = m Kf i
4. Tekanan osmosis (π)
Tekanan osmosis adalah peristiwa berpindahnya partikel/ ion dari konsentrasi yang encer konsentrasi yang pekat melalui membran semipermeabel. Partikel/ ion yang berpindah yang memiliki ukuran lebih kecil sehingga mampu menembus dinding membran. Tekanan osmosis bergantung pada molaritas. Persamaannya :
π = M R T i