B. Indonesia

Pertanyaan

Tuliskan arti dan kalimat dari Langkah seribu,Buah pena,dan Angkat tangan

2 Jawaban

  • langkah seribu=lari/kabur

    angkat tangan=menyerah

    cuma itusih yang saya tau>•<
  • Membanting tulang

    Gabungan kata di atas tidak dapat langsung kita katakan termasuk ungkapan. Hal ini dikarenakan konteks kalimat yang menyertai gabungan kata tersebut belum jelas. Gabungan kata di atas masih mempunyai dua kemungkinan makna sesuai konteks kalimatnya.

    Andi membanting tulang di sampingnya sebagai luapan kemarahannya.Andi membanting tulang untuk menghidupi keluarganya.

    Dua kalimat di atas memberikan konteks (situasi) pada gabungan kata “membanting tulang.” Kalimat (a) membantuk makna denotasi atau makna sebenarnya pada gabungan kata “membanting tulang.” Makna denotasi tersbut adalah kegiatan membanting tulang. Kalimat (b) membentuk makna konotasi atau makna kias pada kata “membanting tulang.” Makna kias tersebut adalah bekerja keras. Makna kedua inilah membuat gabungan kata di atas disebut ungkapan.

    Berikut adalah contoh ungkapan :

    banting tulang : kerja kerasgulung tikar : bangkrutangkat kaki : perginaik pitam : marahbuah bibir : topik pembicaraanangkat tangan : menyerahmeja hijau : pengadilanbuah tangan : oleh-olehkutu buku : orang yg suka baca bukukepala dingin : tenangjago merah : api kebakaranbunga tidur : mimpibunga desa : gadis desapanjang tangan : suka mencuritinggi hati : sombong

    Contoh kalimat dengan:

    Mereka sudah banyak makan garam dalam hal itu. (banyak pengalaman)Hati-hati terhadapnya, ia terkenal si panjang tangan. (suka mencuri)Jeng Sri memang tinggi hati.(sombong)Karena ucapan orang itu, Waluyo naik darah.(marah)Itulah akibatnya kalau menjadi anak yang berkepala batu. (tidak mau menurut)Hati-hati terhadap orang yang besar mulut itu. (suka membual)Merah telinganya ketika ia dituduh sebagai koruptor. (marah)Karena gelap mata, dia mengamuk di kantor. (hilang kesabaran)Lebih baik berputih tulang daripada hidup menanggung malu seperti ini. (mati)Ketika kutinggalkan dulu engkau masih merah, sekarang sudah seorang jejaka. (masih bayi)Selama pertandingan sepak bola itu, benar-benar dia menjadi bintang lapangan. (pemain yang baik)Pidatonya digaraminya dengan lelucon sehingga menarik para pendengarnya. (dibumbui; dihiasi)Lagi-lagi aku yang dikambing hitamkan bila timbul keributan di kelas. (orang yang dipersalahkan)Maaf, aku tak sudi kaujadikan aku sebagai kuda tunggangmu. (kausuruh-suruh untuk kepentinganmu)Kalau rasa permusuhan itu tidak dicabut sampai akar-akarnya, hubungan kalian tak pernah baik. (dihilangkan benar-benar)“Gema Tanah Air” sebuah bunga rampai yang disusun oleh H.B. Jassin. (buku yang berisi kumpulan karangan beberapa orang)Kalau bekerja dengan setengah hati, hasilnya kurang memuaskan.(tidak sungguh-sungguh)

Pertanyaan Lainnya