B. Indonesia

Pertanyaan

membuat laporan perjalanan 4 paragraf

2 Jawaban

  • judul: berlibur ke kebun binatang
    pada saat liburan tahun lalu saya dan keluarga saya berlibur ke kebun binatang yang ada di bandung, saya berangkat dari rumah jam 08:00 WIB dan saya sampai di kebun binatang jam 10:00 WIB
    Setelah sampai disana saya dan keluarga saya langsung membeli tiket yang seharga RP 25.000 setelah itu saya langsung masuk ke kebun binatang.
    Di dalam kebun binatang saya dan keluarga saya melihat bermacam macam satwa diantaranya harimau, singa, beruang, unta, gajah dan lain lain.
    Setelah puas berkeliling saya dan keluarga saya menyantap makanan yg kami bawa dan setelah makan kami pun bersiap siap untuk pulang dan kami pulang kira kira pukul 13:00 WIB.
  • "Ziarah Makam di Wilayah Imogiri"

    Tidak lengkap sebenarnya jika anda berkunjung di Yogyakarta, namun tidak berwisata ziarah di wilayah Imogiri. Ya, kecamatan yang terletak di Kabupaten Bantul, DIY ini menyimpan banyak potensi wisata yang unik dan cocok bagi anda yang suka belajar sejarah.

    Ada empat makam besar yang ada di Imogiri. Antara lain Makam Sunan Cirebon (Makam Giriloyo), Makam Raja-raja Imogiri (Makam Pajimatan), Makam Pangeran Pekik (Makam Banyusumurup) serta Makam Seniman Giri Sapto. Namun makam Sunan Cirebon adalah yang paling jarang terdengar, bahkan untuk warga Yogyakarta sendiri.

    Makam ini lokasinya ada di dusun Cengkehan, desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri. Makam ini merupakan makam keluarga Sultan Agung seperti Pangeran Juminah (Paman Sultan Agung), Kanjeng Ratu Mas Hadi (ibunda Sultan Agung), sejumlah Alim Ulama Mataram Islam dan makam menantu Sultan Agung, yaitu Kanjeng Sunan Cirebon V (makamnya terpisah).

    Terdapat satu masjid tua di bawah bukit dan satu pendopo untuk tempat istirahat pengunjung. Tangga berundaknya juga banyak, tidak kalah dengan anak tangga di Makam Raja-Raja Imogiri. Selain itu lebih sempit dan agak sedikit curam. Namun justru di sinilah sisi menariknya. Ada sekitar 58 nisan di atas bukit dan ada sejumlah pemakaman warga di sebelah tengah bukit.

    Menurut juru kunci setempat, konon secara ruhaniah, Sultan Agung Hanyokrokusumo dimakamkan di sini. Ini dibuktikan dengan adanya nisan batu yang menyendiri (sering disebut dengan Sekaran Sapen). Jadi makam di Pajimatan oleh masyarakat setempat disebut sebagai makam lahiriah dari Sultan Agung. Menarik ya?

Pertanyaan Lainnya