jelaskan mengenai konsep koefisien gini sebagai indikator untuk mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan nasional
Ekonomi
Putrirahmaa17
Pertanyaan
jelaskan mengenai konsep koefisien gini sebagai indikator untuk mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan nasional
1 Jawaban
-
1. Jawaban diahviolin
Kelas: X
Mata pelajaran: Ekonomi
Materi: Makroekonomi
Kata Kunci: koefisien Gini
Saya akan mencoba menjawab dengan dua jawaban:
Jawaban pendek:
Koefisien gini adalah indikator untuk mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan nasional, semakin tinggi koefisien Gini, semakin timpang distribusi pendapatan.
Jawaban panjang:
Indeks Gini atau koefisien Gini adalah ukuran statistik distribusi yang dikembangkan oleh ahli statistik Italia Corrado Gini pada tahun 1912. Koefisien Gini sering digunakan sebagai ukuran ketidaksetaraan ekonomi, yang mengukur distribusi pendapatan atau distribusi kekayaan di antara populasi penduduk suatu negara.
Koefisien Gini berkisar dari nilai 0 (atau 0%) sampai 1 (atau 100%), dengan 0 mewakili kesetaraan sempurna dan 1 mewakili ketidaksetaraan sempurna. Indeks Gini adalah koefisien Gini yang dinyatakan sebagai persentase, dan sama dengan koefisien Gini dikalikan 100. Misalnya suatu negara dengan koeffisien Gini 0,2 memiliki index Gini 20. Semakin tinggi koefisien Gini suatu negara, semakin tinggi pula ketidaksetaraan pendapatan di suatu negara.
Koefisien Gini dihitung dengan mengukur jarak antara Garis Lorentz yang menunjukkan distribusi pendapatan di negara itu dengan garis lurus yang menunjukkan distribusi pendapatan Ideal atau setara penuh.
Negara yang memiliki tingkat pendapatan berbeda dapat memiliki tingkat koefisien Gini yang mirip. Turki dan Amerika Serikat keduanya memiliki koefisien Gini sekitar 0,39 pada 2014, meskipun PDB Turki per kapita sebesar US$ 14701, kurang dari separuh Amerika Serikat sebesar US$ 52194.
Negara yang kurang maju atau negara yang miskin umumnya memiliki nilai koefisien Gini yang besar, yang menunjukkan tingginya ketidaksetaraan di negara tersebut. Misalnya Zimbabwe dengan Gini coefficient sebesar 0,5.
Koeffisien Gini bisa berubah seiring dengan meningkatnya atau menurunnya ketidaksetaraan di negara itu. Misalnya Indonesia yang mengalami kenaikan pada
Koefisien Gini selama 15 tahun terakhir, meningkat dari 0,30 di tahun 2000 menjadi 0,41 di tahun 2013, yang menunjukkan meningkatnya ketidaksetaraan di Indonesia.