manakah jenis kelamin pada manusia yang menghasilkan paling banyak gamet selama hidupnya?mengapa demikian
Pertanyaan
1 Jawaban
-
1. Jawaban claramatika
Jenis kelamin pada manusia yang menghasilkan paling banyak gamet selama hidupnya adalah laki-laki. Alasannya adalah karena setiap menghasilkan gamet, jumlah gamet yang dihasilkan mencapai jutaan serta proses produksi sperma berlangsung seumur hidup.
Pembahasan
Laki-laki menghasilkan gamet dalam jumlah banyak dalam hidupnya. Setiap hari proses produksi sperma akan terus berjalan sampai seumur hidupnya. Proses pembentukan sperma akan dijelaskan pada uraian berikut.
Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma yang terjadi di dalam tubulus seminiferus atau di dalam testis seorang pria.
Pelajari lebih lanjut tentang spermatogenesis di: https://brainly.co.id/tugas/17894179.
Waktu yang dibutuhkan untuk proses perubahan spermatogonium menjadi sperma adalah sekitar 74 hari.
Secara singkat, proses spermatogeneris terdiri atas beberapa tahap antara lain:
- Spermatogonium yang bersifat diploid melakukan pembelahan mitosis menjadi spermatosit primer yang bersifat diploid.
- Spermatosit primer yang bersifat diploid akan membelah meiosis I menjadi spermatosit sekunder yang bersifat haploid.
- Spermatosit sekunder yang bersifat haploid akan membelah meiosis II menjadi spermatid yang bersifat haploid.
- Spermatid yang bersifat haploid akan melakukan diferensiasi menjadi sperma yang bersifat haploid.
Spermatid yang bersifat haploid berdiferensiasi menjadi sperma yang bersifat haploid dikenal dengan istilah spermiogenesis. Spermiogenesis ini secara lengkap terdiri dari empat tahapan yaitu:
- Pembentukan akrosom
- pemadatan inti/kondensasi nukleus.
- pembentukan leher, badan tengah dan ekor dari sperma
- penglepasan sitoplasma yang tersisa menjadi bahan residu yang kemudian difagosit oleh sel sertoli.
Proses spermiogenesis ini berlangsung di dalam testis selama 64 hari.
Untuk proses produksi gamet pada perempuan sangat terbatas. Dalam satu siklus, yaitu kurang lebih 28 hari hanya akan menghasilkan satu sel ovum. Selain itu, produksi ovum akan berhenti pada masa menopause. Berikut ini uraian singkat mengenai oogenesis pada ovarium seorang perempuan.
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium meliputi:
- Proses oogenesis dimulai dari oogonium yang bersifat diploid yang membelah secara mitosis menjadi oosit primer yang bersifat diploid.
- Oosit primer yang bersifat diploid akan melakukan pembelahan meiosis I menghasilkan oosit sekunder yang haploid dan polosit primer yang bersifat haploid.
- Oosit sekunder yang bersifat haploid akan melakukan pembelahan meiosis II menjadi ootid yang bersifat haploid dan polosit sekunder yang bersifat haploid.
- Polosit primer yang bersifat haploid akan membelah menjadi 2 polosit sekunder yang bersifat haploid.
- Ootid yang bersifat haploid akan mengalami diferensiasi atau pendewasaan menjadi ovum yang bersifat haploid.
- Sedangkan 3 polosit sekunder akan mengalami degenarasi atau peluruhan.
- Sehingga pada akhir oogenesis akan dihasilkan 1 sel ovum yang haploid serta 3 polosiy sekunder yang haploid.
Pelajari lebih lanjut tentang oogenesis di: https://brainly.co.id/tugas/18763676.
Di dalam ovarium, sebelum ovum matang maka ovum tersebut akan dibungkus oleh folikel de Graff.
Di dalam ovarium seorang wanita akan dihasilkan ovum matang yang kemudian ovum akan menuju ke tuba fallopi untuk melakukan pembuahan atau fertilisasi. Ovum akan bertemu dengan sperma kemudian melebur menjadi zigot yang akan bertumbuh dan berkembang menjadi embrio. Embrio akan bertumbuh dan berkembang di dalam rahim atau uterus. Pertumbuhan embrio di dalam rahim ini disebut sebagai kehamilan.
Embrio akan menempel pada endometrium atau dinding rahim kemudian membentuk plasenta sebagai tempat pertukaran nutrisi dan oksigen antara ibu dengan janin atau embrio.
Setelah terbentuk kantung embrio, maka akan diproduksi progesteron oleh korion sehingga kadar progesteron akan tetap stabil sampai masa kelahiran.
Kemudian akan dihasilkan HCG atau Human Chorionic Gonadotropin yang dihasilkan pada kehamilan awal sehingga dapat dipakai dalam uji kehamilan menggunakan test pack yang dicelupkan pada urin saat pagi hari.
Pelajari lebih lanjut tentang hormone kehamilan di: https://brainly.co.id/tugas/17321310.
Detil jawaban
Kelas: IX
Mapel: biologi
Bab: Sistem Reproduksi
Kode: 9.4.3
#AyoBelajar