Kimia

Pertanyaan

tekanan uap air pada suhu 30* c adalah 20mmHg, apabila ke dalam 900air dilarutkan 0,6 gram urea (CO(NH2)2). berapakah penurunan tekanan uap larutan pada suhu tersebut?(Ar: C=12, O=16, N=14, H=1)

1 Jawaban

  • Penurunan tekanan uap 0,6 gram larutan urea dilarutkan dalam 900 gram air dengan tekanan uap air pada suhu 30°C 20mmHg adalah 39,992. 10⁻⁴ mmHg

    Pembahasan

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{Sifat~Koligatif~Larutan~Non~Elektrolit}}}[/tex]

    Sifat koligatif larutan merupakan sifat larutan yang tergantung pada jumlah zat terlarut pada larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Ketika kita mencampurkan zat terlarut dan pelarut sifat kimia zat terlarut hanya mengalami sedikit perubahan, tetapi sifat fisis akan mengalami perubahan drastis ketika dicampurkan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan jika sifat koligatif larutan tidak tergantung pada jenis zat terlarut. Yang merupakan sifat koligatif larutan adalah

    1. Penurunan tekanan uap jenus (∆P)

    2. Kenaikan titik didih (∆Tb)

    3. Penurunan titik beku (∆Tf)

    4. Tekanan osmotik (π)

    Penurunan Tekanan Uap Jenuh (∆P)

    Tekanan uap jenuh adalah tekanan uap yang ditimbulkan oleh uap jenuh suatu zat pada saat tercapai kondisi kesetimbangan. Sedangkan tekanan yang ditimbulkan oleh uap jenuh air disebut tekanan uap jenuh air. Penurunan tekanan uap jenuh larutan (∆P) adalah selisih dari tekanan uap jenuh pelarut murni (Po) dengan tekanan uap jenuh larutan (P).

    ∆P = P° – P

    Tahun 1830-1901, menurut Hukum Raoult, menyatakan tekanan uap jenuh larutan sama dengan tekanan uap jenuh pelarut murni dikalikan dengan fraksi mol pelarut. Sedangkan penurunan tekanan uap jenuh larutan sama dengan tekanan uap jenuh pelarut murni dikalikan dengan fraksi mol terlarut.

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{P~=~P^o~x~X_{pelarut}}}}[/tex]

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{\Delta P~=~P^o~x~X_{terlarut}}}}[/tex]

    Keterangan:

    ∆P   = penurunan tekanan uap jenuh

    P°   = tekanan uap jenuh pelarut air murni

    Xterlarut    = fraksi mol zat terlarut

    Xpelarut    = fraksi mol zat pelarut

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{Diket}}}[/tex]  

    massa air = 900 gram

    massa urea = 0,6 gram

    P° = 20 mmHg

    Ar C = 12

    Ar H = 1

    Ar O = 16

    Rumus kimia urea = CO(NH₂)₂

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{Ditanya}}}[/tex]  

    Penurunan tekanan uap larutan urea CO(NH₂)₂

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{Jawab}}}[/tex]  

    LANGKAH PERTAMA

    Menentukan Mr CO(NH₂)₂

    Mr CO(NH₂)₂ = 1. Ar C + 1. Ar O + 2. Ar N + 4. Ar H

    Mr CO(NH₂)₂ = 1. 12 + 1. 16 + 2. 14 + 4. 1

    Mr CO(NH₂)₂ = 12 + 16 + 28 + 4

    Mr CO(NH₂)₂ = 60

    LANGKAH KEDUA

    Menentukan jumlah mol (n) CO(NH₂)₂

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{n~=~\frac{a}{Mr} }}}[/tex]

    dengan,  

    n = jumlah mol (mol)  

    a = massa (gram)  

    Mr = massa molekul relatif  

    maka,

    n CO(NH₂)₂ = [tex]\frac{a}{Mr}[/tex]

    n CO(NH₂)₂ = [tex]\frac{0,6}{60}[/tex]

    n CO(NH₂)₂ = 0,01 mol

    LANGKAH KETIGA

    Menentukan Mr H₂O

    Mr H₂O = 2. Ar H + 1. Ar O

    Mr H₂O = 2. 1 + 1. 16

    Mr H₂O = 2 + 16

    Mr H₂O = 18

    LANGKAH KEEMPAT

    Menentukan jumlah mol (n) H₂O

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{n~=~\frac{a}{Mr} }}}[/tex]

    maka,

    n H₂O = [tex]\frac{a}{Mr}[/tex]

    n H₂O = [tex]\frac{900}{18}[/tex]

    n H₂O = 50 mol

    LANGKAH KELIMA

    Menentukan fraksi mol terlarut (Xt)

    Fraksi mol menyatakan perbandingan mol zat terlarut atau zat pelarut dengan jumlah mol campuran (terlarut dan pelarut).

    Rumus :

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{Xt~=~\frac{nt}{nt~+~np}}}}[/tex]

    Dengan :  

    Xt = fraksi mol zat terlarut                              

    Xp = fraksi mol zat pelarut

    nt = mol zat terlarut                                          

    np = mol zat pelarut  

    maka,

    Xt = [tex]\frac{nt}{nt~+~np}[/tex]

    Xt = [tex]\frac{0,01}{0,01~+~50}[/tex]

    Xt = [tex]\frac{0,01}{50,01}[/tex]

    Xt = 1,9996. 10⁻⁴

    LANGKAH KEENAM

    Menentukan penurunan tekanan uap larutan urea

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{\Delta P~=~P^o~x~X_{terlarut}}}}[/tex]

    maka,

    ΔP = P° x Xt

    ΔP = 20 x 1,9996. 10⁻⁴

    ΔP = 39,992. 10⁻⁴ mmHg

    [tex]\boxed{\boxed{\bold{Kesimpulan}}}[/tex]  

    Penurunan tekanan uap larutan urea = 39,992. 10⁻⁴ mmHg

    [tex]\mathbf{Pelajari~Lebih~Lanjut }[/tex]  

    • Menghitung tekanan uap larutan dari jumlah molal yang diketahui brainly.co.id/tugas/13527924, https://brainly.co.id/tugas/19582867, https://brainly.co.id/tugas/16491424
    • Menentukan tekanan uap larutan https://brainly.co.id/tugas/18953549, https://brainly.co.id/tugas/20010879, https://brainly.co.id/tugas/16203059
    • Menentukan penurunan tekanan uap https://brainly.co.id/tugas/16533895, https://brainly.co.id/tugas/23241256, https://brainly.co.id/tugas/4742442

     

                  [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{Semoga~Membantu}}\boxed{\bigstar}[/tex]              

                  [tex]\boxed{\bigstar}\boxed{\bold{ionkovalen}}\boxed{\bigstar}[/tex]

    [tex]\mathbf{Detil~Jawaban }[/tex]  

    Mapel : Kimia

    Bab : Sifat Koligatif Larutan

    Kelas : XII

    Semester : 1

    Kode : 12.7.1

    Kata kunci : penurunan tekanan uap larutan, tekanan uap larutan, fraksi mol, fraksi mol terlarut, fraksi mol pelarut, jumlah mol, massa, Mr

    Gambar lampiran jawaban ionkovalen
    Gambar lampiran jawaban ionkovalen

Pertanyaan Lainnya